SEBAGIAN HIKMAH PUASA DI BULAN RAMADLAN

Sebagian Hikmah Puasa Di Bulan Ramadan

                                                                           Oleh :
                                                                        Rum Bing  


Menurut sabda Nabi s.a.w.:

الوم نصف الصبر

Artinya :”Puasa itu setengah sabar”.( HR.at-Tarmidzi dari seorang laki-laki Bani Salim.Dan dari Ibnu Majah dari Abi Hurairah RA.) Kemudian
الصبرنف الايمان

Artinya:”Sabar itu setengah iman”

.( HR.Abu Na’im dari Ibnu Mas’ud ).
Puasa mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Allah,dengan bersandar kepada Allah Ta’ala,bila dibandingkan dengan rukun-rukun yang lain .Karena firman Allah menurut yang diceritakan

Rasulullah s.a.w.:

كل حسنة بعشرامثالهااءلى سبعماءة ضعف الاالصىىام فاءنه لى وانا اجزى به

Artinya : “Tiap-tiap perbuatan baik,pahalanya sepuluh kali ,sampai kepada tujuhratus kali , selain dari pada puasa .Maka puasa itu bagiKu dan Aku akan membalasnya”. Berfirman Allah Ta’ala ,yang artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang berhati teguh (sabar) itu akan dibayar pahalanya dengan tiada terbatas”.( QS.az-Zumar,ayat 10 ). Berpuasa di bulan Ramadan dapat membuat pikiran menjadi sederhana dan mudah digunakan karena berpuasa adalah amalan zahir dan batin yang melatih diri melawan nafsu yang rakus akan dunia itu sendiri (Bukan hanya kata Ust,Sudiarto saja).Dengan berpuasa kita dapat menyadari bahwa hidup dan semua kebutuhan hidup di dunia bersifat sementara atau berjangka.Artinya sekuat-kuat kita berpikir dan berupaya untuk mengekalkan hidup di dunia ini memang tidak mungkin bisa.Hidup tidak bisa dibentuk sesuai pikiran kita karena ada yang memang berhak mengatur hal ini yakni Rabb sekalian alam.

Walau begitu terasa agak sedikit rumit bagi kita,Allah telah melatih kita membentuk kehidupan itu dengan cara berpuasa,artinya setiap manusia mempunyai kebutuhan baik yang bersifat rohani atau zahir dalam ukuran dan jumlah yang berbeda-beda tergantung dari yang membutuhkannya.Antara kebutuhan dan keinginan sangatlah erat hubungannya.Bila manusia mendapatkan rezeki yang banyak,sedang,atau sedukit sama-sama berpotensi untuk disabari,misalnya bila mendapat rezeki banyak terkadang berpotensi membuat orang menjadi angkuh,sombong,dan pelit itulah sebab perlunya bersabar,bila mendapat rezeki yang sedang juga akan berpotensi menjadikan orang penasaran dengan bertanya pada diri sendiri,'Mengapa hanya sedang yang saya peroleh ?'ini pun perlu disabari dengan mengambil hikmah telah diciptakannya Qadaq dan qodar bagi kita.Apalagi yang mendapat rezeki yang sedikit ???.

Nah,Para pembaca yang budiman.Rezeki yang banyak,sedang,dan sedikit,pikiran yang cerdas,sedang dan idiot,atau autis merupakan perangkat yang memang harus ada di dunia ini.Pikiran adalah sebuah jalan awal bagi seseorang yang akan mulai membuat suatu teori juga merupakan kebutuhan kita dalam memanajemenisasi kehidupan ini, terkadang ia juga bisa tamak sama seperti ketamakan seseorang dalam kebutuhan yang zahir.Pada saat seperti ini sangatlah dibutuhkan yang namanya berpuasa untuk mengantisipasi pikiran yang berlebih.Yang sedang-sedang saja sesuai perbandingan yang kita gunakan,pass di hati, oke di lidah, dan sesuai di amal.Terima kasih.Nex,”Nas-bi-tung-bi-lan-jur - jur-jur… ( Nasib bisa untung ,bila anda jujur,jujur,dan jujur… )”,Tong-teng ti gatah,Santong-tereng jari lasah (Gotong supaya tak payah,agar tenang tak gelisah), dan Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mampu bersabar,berikan pula kami hikmah puasa yang Engkau ridloi,agar kami dapat bersama-sama dengan orang-orang yang Engkau sayangi!,Amin.

Ikhwan Fiddin yang dirahmati Allah, kali ini saya mengajak saudara ke ranah psikopatologi yaitu suatu area di dalam jiwa yang sering terganggu oleh pengaruh in dan ex kejiwaan itu sendiri.Karena di zaman ini sering kita menyaksikan orang-orang, bahkan anggota keluarga kita sendiri mengidap pra gejala atau gejala penyakit kejiwaan yang oleh para ahli jiwa disebut sebagai Schizophrenia paranoia yang jenis ini ditandai dengan kecurigaan yang berlebihan, ia merasa mau diracuni atau mau dibunuh.Penderita bisa diam tidak bergerak pada suatu posisi tertentu dalam jangka waktu yang lama (sampai beberapa jam).Misalnya kalau ia sudah duduk ia akan duduk terus di situ tanpa bergerak.Ia tidak memperdulikan rangsang-rangsang dari luar. Kalau melihat ciri-ciri seperti yang terkuak di atas sama persis seperti yang pernah saya ( Obing ) alami di era 1990-an,Bahkan Obing sendiri pernah lari ke gunung Murmas merasa ketakutan menghadapi gejala seperti yang telah disebutkan di atas.Tapi lama-lama saya menyadari bahwa hal tersebut memang permainan atau gejolak kejiwaan efeks dari pengaruh pubertas (kata orang).


Sesuai dengan judul di atas “Melawan Schizophrenia paranoia”.Seperti yang dikatakan pepatah Arab,”Wasbud dawa’i ba’da tahassisi da’i”,yang berarti meramu obat sesudah memeriksa penyakit.Sudah menjadi kebiasaan apabila kita akan mengobati suatu penyakit diharapkan kita memeriksa pasien dahulu baru menentukan obat apa yang tepat kita berikan.

Karena gejala memang sudah kita ketahui lansung saja tancap gas……… Pertama gejala kecurigaan yang berlebihan bisa dilawan dengan berusaha menilai semua keadaan yang datang kepada kita dengan perasaan yang positif atau baik sangka.Tidak su,uzzon kepada sesuatu atau orang lain, anggap saja orang lain seperti kita, mereka juga mempunyai iman, akan takut juga berbuat zolim kepada kita sehingga kita merasa terlindungi, oleh karena kita sudah merasa berkeluarga seiman dengan mereka.Perasaan seperti ini sangat mendukung kesembuhan seperti yang pernah saya alami.
Lebih tidak enak lagi terhadap penyakit ini, kita merasa amat bosan hidup, merasa hidup sudah terlalu lelah sehingga selalu mencari jalan untuk menghalalkan bunuh diri, karena merasa orang-orang disekeliling sudah memusuhi kita sehingga berakibat amat sulit mendapatkan tidur yang nyenyak. Perasaan ini bisa dilawan dengan memastikan bahwa hidup ini adalah anugrah Illahi, yang tidak bisa dilelang dengan harga yang sangat murah, ajaklah kawan bercurhat tentang hal-hal tertentu, terbukalah pada orang lain, bekerjalah sesuai tututan agama karena cara inipun sangat jitu,apalagi kita mampu melaksanakan puasa sunnah senin kamis.

Hidup ini murni titipan Allah, maka jagalah kesehatannya.Dalam kesehatan badan dan jiwa terdapat kenikmatan beribadah, sedangkan kenikmatan beribadah adalah suatu nilai yang tertinggi yang telah di- dapatkan dalam hidup, bahkan kita diharapkan untuk selalu berdo’a supaya dalam hidup ini kita mendapatkan kenikmatan beribadah seumur hidup kita, amin, amin Ya Rabbal’alamin.Dari kawanmu yang hidup di lelreng murmas, “Selamat Tinggal Schizophrenia paranoia” dan Wassalamu’alaikum wr.wb.

1 komentar: