Siapa saja anak atau generasi terkemudian yang mengikuti jejak orang tuanya atau generasi pendahulu dalam hal kebaikan maka anak atau generasi tersebut termasuk generasi yang berbakti
Demikianlah dikatakan oleh Gubernur NTB TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA dalam pidatonya seusai memimpin upacara ziarah makam nasional pahlawan nasional Maulanasyeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid di makamnya Pancor Lombok Timur NTB, Jum’at,
10 November 2017.
Untuk maulanaseyikh, lanjut Gubernur yang akrab disapa TGB ini, dari perjuangan dan pengkhidmatan beliau tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun kecuali keridhaan Allah SWT..
“Berjuang beliau untuk negeri juga tidak membutuhkan pujian dari siapapun kecuali ingin menjadi putra bangsa yang bermanfaat untuk negara dan bangsanya”katanya..
Menurut Gubernur penghafal qur’an ini, penetapan gelar pahlawan nasional kepada Maulanasyeikh ini pentingnya untuk kita supaya sadar bahwa kita memiliki orang tua yang telah berjasa untuk Republik Indonesia..
“Kita sebagai generasi penerus harus siap juga berjuang untuk republik ini” ajaknya.
.
Pada 10 November malam, pemerintah provinsi NTB merayakan penganugerahan pahlawan nasional kepada salah seorang putra terbaik NTB: Almaghfurlah Maulanasyeikh di halaman pendopo Gubernur NTB. Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah Provinsi NTB. Turut juga hadir para veteran yang ada di NTB..
Dalam kesempatan ini, TGB kembali menegaskan bahwa Almaghfurlah Maulanasyeikh tidak hanya tokoh bagi umat Islam tapi bagi semua kalangan..
“Saya pribadi tau persis bahwa banyak tokoh lintas agama yang mengakui bahwa Almaghfurlah Maulanasyeikh ini adalah orang tua untuk kita semua di NTB. Demikianpun lintas organisasi. Beliau tidak hanya sebagai tokoh Nahdlatul Wathan. Dari kurikulum vitae beliau kita melihat bahwa semua gagasan-gagasan perjuangan yang hadir di NTB ini beliau ikut di dalam prosesnya. Beliau pernah menjadi konsulat NU untuk sunda kecil pada tahun 1950,”paparnya..
Gubernur yang sekaligus cucu dari Almaghfurlah Maulanasyeikh ini juga menegaskan bahwa Maulanasyeikh telah mewakafkan dan menugaskan murid-murid beliau untuk menjadi pemimpin di Perti, pemimpin di Parmusi, pemimpin di Masyumi, dan di semua inisiatif- inisiatif perjuangan umat, beliau ikut bersaham di dalamnya..
Lintas etnis, lanjutnya, beliau tidak hanya tokoh sasak tapi juga orang tua bagi kita semua di NTB..
“Kalau kita berjalan ke ujung timur NTB sampai ke Sape tidak ada yg tidak kenal Almaghfurlah Maulanasyeikh. Baik karena murid-murid beliau yang menyebarkan dengan membangun sekolah, membangun panti asuhan, membuka pengajian-pengajian ataupun melalui tutur kata dari mulut ke mulut. Dari orang yang pernah menerima ilmu dari beliau. Yang diajarkan, mengajarkan lagi. Maka sudah ada generasi demi generasi yang sesunggugnya telah menjadi orang- orang yang mendapatkan manfaat dari kehadiran Almaghfurlah Maulanasyeikh.
.
Maka wajar kalau seluruh elemen masyarakat di NTB mendukung Almaghfurlah Maulanasyeikh menjadi pahlawanan nasional.
.
Tulisan ini diambil dari : SUARA NW.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
A.Pendahuluan Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh Yayasan Titik Samaguna Ponpes Riadlul Jannnah NW selama kurun 25 ta...
-
Download buku Harun Yahya dan QURDIS MTs. Kls. VII dan IX di link download di bawah ini. DOWNLOAD
Komentar, Botor-to, botor te.
BalasHapus